Seperti juga terumbu karang di dunia, terumbu karang di Indonesia mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan. Tiga hal utama yang mengancam yaitu:

  1. Aktifitas manusia yang sulit dikontrol
  2. Ancaman alam
  3. Perubahan Iklim global

Diperlukan data yang berkesinambungan untuk mampu menggambarkan perubahan kondisi terumbu karang sebagai bahan pertimbangan untuk pengelolaannya. Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia, tetapi sayangnya data dan sumber daya yang tersedia untuk memantau kondisi terumbu karang sangat terbatas. Dengan lebih dari 17,000 pulaunya, salah satu solusi yang memungkinkan ialah membangun program monitoring terumbu karang yang berbasiskan masyarakat.

Reef Check adalah salah satu alternatif yang tepat untuk menjawab permasalahan ini. Didesain sebagai metoda pemantauan, metoda ini yang digunakan cukup sederhana sehingga bisa dilakukan oleh masyarakat penyelam awam dengan cakupan daerah yang luas. Pengambilan dan pengolahan data dilakukan dibawah koordinasi seorang saintis untuk menjaga standarisasi mutu sehingga mampu memberikan gambaran umum mengenai kondisi terumbu karang di dalam suatu kawasan. Metoda ini telah digunakan banyak negara, sehingga memungkinkan untuk dibandingkan dengan banyak tempat di dunia.

Di Indonesia jaringan ini sudah terbentuk tahun 1997, menghasilkan hampir 1000 orang sukarelawan dan melibatkan banyak pihak dari sektor non-konservasi di lebih dari 14 propinsi. Data yang dihasilkan telah memberikan gambaran umum mengenai kondisi terumbu karang dan ekosistemnya serta indikasi ancaman yang dihadapi.